Ketegangan di Balik Es Greenland
Di balik semua pergerakan militer ini, ada satu nama yang terus disebut: Donald Trump. Presiden AS itu memang sudah berkali-kali menyatakan tekadnya bahkan disebut obsesi untuk mengambil alih pulau yang kaya mineral ini. Alasannya klasik: keamanan nasional. Trump bersikukuh wilayah otonom di bawah Denmark ini punya posisi strategis yang vital bagi Amerika Serikat.
Di sisi lain, situasi di lapangan mulai terasa. Wakil Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, mengonfirmasi peningkatan aktivitas militer di wilayahnya.
"Kehadiran tentara NATO diperkirakan akan makin banyak mulai hari ini dan beberapa hari ke depan," kata Egede dalam konferensi pers.
Dia juga menyebut akan ada peningkatan lalu lintas pesawat dan kapal perang. Menurutnya, mereka akan melakukan latihan. Nuuk, kota kecil yang biasanya tenang, mungkin akan menyaksikan pemandangan yang tak biasa dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Tito Karnavian: Kami Butuh Ribuan Personel Lagi untuk Bangkitkan Aceh
Mediasi Berlarut, Guru SMK di Jambi Absen untuk Kedua Kalinya
101 Atlet SEA Games 2025 Siap Berlabuh di Institusi Polri
Kapolda Riau Serukan Natal sebagai Titik Balik Pelestarian Lingkungan