Ketegangan di Balik Es Greenland
Di balik semua pergerakan militer ini, ada satu nama yang terus disebut: Donald Trump. Presiden AS itu memang sudah berkali-kali menyatakan tekadnya bahkan disebut obsesi untuk mengambil alih pulau yang kaya mineral ini. Alasannya klasik: keamanan nasional. Trump bersikukuh wilayah otonom di bawah Denmark ini punya posisi strategis yang vital bagi Amerika Serikat.
Di sisi lain, situasi di lapangan mulai terasa. Wakil Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, mengonfirmasi peningkatan aktivitas militer di wilayahnya.
"Kehadiran tentara NATO diperkirakan akan makin banyak mulai hari ini dan beberapa hari ke depan," kata Egede dalam konferensi pers.
Dia juga menyebut akan ada peningkatan lalu lintas pesawat dan kapal perang. Menurutnya, mereka akan melakukan latihan. Nuuk, kota kecil yang biasanya tenang, mungkin akan menyaksikan pemandangan yang tak biasa dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Imsak untuk Denpasar, 2 Maret 2026
Israel Konfirmasi Serangan Rudal Iran, Ledakan Guncang Yerusalem
Frankfurt Tundukkan Freiburg 2-0, Naik ke Posisi Ketujuh Bundesliga
Trump Klaim Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran Akan Rampung dalam Empat Pekan