tegas Menteri asal Bengkulu Selatan itu.
“Mari kita gaungkan rasa kekompakan, persatuan, dan kemauan kita untuk maju. Ini negeri kita yang sangat subur dan makmur. Namun, jika kita tidak bersatu, tidak kompak, dan tidak guyub, kita harus hati-hati.”
Di sisi lain, Yandri juga menyoroti pentingnya merancang program secara bersama-sama. Program yang digarap lintas sektor dan melibatkan banyak pemangku kepentingan, katanya, biasanya lebih relevan dengan kebutuhan riil di lapangan. Dukungannya pun lebih luas. Pendekatan ini diyakini bisa mengubah cara kerja yang selama ini terpecah-pecah menjadi strategi yang solid dan terkoordinasi. Itulah kunci menciptakan desa mandiri dan berkelanjutan ke depannya.
“Baru Bapak Presiden Prabowo yang menempatkan desa menjadi subjek atau pelaku utama,”
pungkasnya.
“Membangun negeri ini yang begitu luas dengan penduduk yang banyak tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian, satu lembaga, atau satu sektor saja.”
Acara yang digelar di Kecamatan Mojosongo itu sendiri dihadiri banyak pejabat tinggi. Tampak hadir sejumlah menteri seperti Supratman Andi Agtas dari Hukum, Budi Santoso dari Perdagangan, serta Sakti Wahyu Trenggono dari Kelautan dan Perikanan. Tak ketinggalan, wakil-wakil menteri dari berbagai kementerian dan lembaga negara, mulai dari DPD, BNPT, hingga Bappisus. Beberapa gubernur, termasuk Ahmad Lutfi dari Jawa Tengah dan Sherly Tjoanda dari Maluku Utara, juga hadir memenuhi undangan.
Artikel Terkait
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Arus Mudik dan Balik di Tol
Jakarta Electric PLN Mobile Lolos ke Final Four Proliga Usai Kalahkan Livin Mandiri 3-0
Jadwal Buka Puasa Hari Ini di Jakarta: Maghrib Pukul 18.15
Ketua Peradi Jakbar: Probono Adalah Berbisnis dengan Tuhan