“Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional,” tambahnya.
Di sisi lain, arahan dari pucuk pimpinan juga cukup jelas. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut bahwa Presiden Prabowo mendorong agar alokasi beasiswa LPDP lebih banyak dialihkan ke jurusan-jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.
“Termasuk tadi juga beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80%,” ujar Pras.
Harapannya jelas. Porsi di atas 80% itu dianggap penting untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam hal penguasaan iptek. “Karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” lanjutnya.
Sementara itu, di luar LPDP, pemerintah ternyata juga masih terus menggelontorkan dana besar untuk program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Angkanya tidak main-main: lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif saat ini dibiayai hidup dan SPP-nya oleh negara. Total anggarannya mencapai Rp16 triliun per tahun. Sebuah investasi besar yang, tentu saja, diharapkan bisa berbuah manis di masa depan.
Artikel Terkait
Empat Terdakwa Kerusuhan Agustus 2025 Dituntut 10 Bulan hingga Satu Tahun Penjara
Kapolda Riau Serukan Generasi Digital Jadi Suara Gajah dan Hutan
Pertamina Pacu UMKM Pangan Fungsional Naik Kelas Lewat Program Aggregator
Ketua DPRD Pandeglang Desak Solusi Permanen Atasi Banjir Tahunan