Di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berbicara kepada wartawan. Topiknya serius: bagaimana mengatasi defisit tenaga dokter di Indonesia. Masalah ini, menurutnya, sempat disinggung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah forum dengan para rektor dan guru besar.
Prasetyo yang kerap disapa Pras mengaku pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah. "Ya, jadi berkenaan dengan masalah bagaimana kita mengatasi kekurangan jumlah dokter, ada dua hal yang tadi juga di dalam forum taklimat disampaikan," ujarnya.
Rencana pertama adalah memperbesar daya tampung. Penerimaan mahasiswa untuk program dokter spesialis akan ditingkatkan. Tak cuma itu, kebijakan serupa juga berlaku untuk program studi kedokteran umum.
Langkah kedua lebih berani. Pemerintah, kata Pras, harus memberanikan diri membangun fakultas-fakultas baru. "Kita juga kekurangan dokter gigi, kita juga harus kuat dalam hal farmasi," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya teknologi kesehatan. Semua alat kesehatan sekarang berbasis teknologi, jadi kemampuan mengoperasikannya juga krusial. Dua hal itulah yang menjadi fokus pembahasan mengatasi kekurangan dokter.
Artikel Terkait
Dua Bukti Baru Dijadikan Senjata Emirsyah Satar dalam Upaya PK
Dua Bulan Terisolasi, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terjebak Pasca-Banjir Bandang
Deklarasi Boyolali: Desa Dicanangkan Jadi Pelaku Utama Pembangunan
Pemerintah Siapkan 5.750 Beasiswa Baru, Fokus ke Bidang Sains dan Teknologi