Di tengah suasana Ramadan, sebuah acara yang unik digelar di Universitas Indonesia, Depok, Minggu lalu. Acara bertajuk 'Ramadhan of Food Performative: Rendang untuk Sumatera' itu bukan sekadar pertunjukan biasa. Ia memadukan seni musik, puisi, dan pameran etnografi dengan satu misi solidaritas yang konkret: mendistribusikan 17.000 paket rendang siap saji untuk warga Sumatera yang terdampak bencana.
Kolaborasi ini melibatkan banyak pihak, dari Kementerian Kebudayaan, Marandang Institute, hingga Dewan Kesenian Jakarta. Menurut sejumlah saksi, suasana di lokasi terasa hangat, penuh dengan aroma rempah yang menggugah selera, diiringi alunan musik yang syahdu.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, hadir dan memberikan apresiasi. Baginya, pendekatan seperti ini adalah inovasi budaya yang cerdas.
Dia menegaskan, gastronomi adalah objek pemajuan kebudayaan yang sah. Lebih dari itu, pilihan rendang sebagai bantuan dinilainya sangat strategis. Makanan ini tahan lama, berbahan lokal, dan praktis cocok untuk kondisi darurat.
Di sisi lain, Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi, Hamdi Muluk, melihat kegiatan ini sebagai cerminan filosofi Minang 'Tungku Tigo Sajarangan'. Sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat.
Artikel Terkait
Manchester United Geser Aston Villa ke Posisi Tiga Usai Dramatis di Old Trafford
Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat di RSPAD dalam Usia 90 Tahun
Anggota DPR Soroti Sistemik KDRT Usai Kasus Pembunuhan Istri di Kepulauan Riau
Inter Milan Kokoh di Puncak Klasemen, Jarak 10 Poin dari AC Milan