Di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis lalu, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para rektor dan guru besar. Pertemuan itu menghasilkan keputusan penting: anggaran riset untuk perguruan tinggi bakal ditambah. Tak tanggung-tanggung, tambahannya mencapai Rp 4 triliun.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang akrab disapa Pras, yang menjelaskan ke media. Ia bilang, dalam forum itu disampaikan bahwa dana riset saat ini cuma Rp 8 triliun per tahun. Angka itu setara dengan 0,34 persen dari total APBN. Presiden pun langsung mengambil sikap.
"Dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun," kata Pras di kompleks Istana.
Ia menambahkan, "Harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN."
Dengan suntikan fresh money itu, total dana riset nasional kini melonjak jadi Rp 12 triliun setiap tahunnya. Tapi, uang sebesar itu nggak akan dibagi-bagi begitu saja. Ada arah yang jelas.
Pras menegaskan, fokus riset ke depan harus benar-benar tajam. Menurutnya, semua harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan strategis bangsa. Apa saja? Pertama, tentu saja mengejar swasembada pangan. Lalu, yang kedua, mengejar swasembada energi.
"Yang ketiga," lanjut Pras, "mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi yang tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran."
Proyek-proyek besar itu, jelasnya, pasti butuh SDM yang mumpuni di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sinilah peran kampus dan lembaga riset menjadi kunci.
Pendapat serupa datang dari Menteri Pendidikan dan Teknologi, Brian Yuliarto. Ia menyebut pemerintah sedang bersiap membangun sejumlah industri strategis. Proyek-proyek ini nantinya akan digerakkan oleh Danantara, dan jumlahnya cukup banyak mencapai 18 proyek.
"Mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral, pangan, dan sebagainya," ujar Brian.
Ia berharap, dengan dana riset yang lebih besar, perguruan tinggi bisa memberikan backup penelitian yang kuat. "Sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri menjadi cukup tinggi," pungkasnya.
Jadi, lonjakan anggaran riset ini bukan sekadar angka. Ia adalah modal awal untuk menjawab tantangan besar yang sudah menunggu di depan mata.
Artikel Terkait
Helikopter dengan 8 Orang di Dalamnya Hilang Kontak di Kalimantan Barat
Polisi Selidiki Penemuan Jasad Perempuan di Rumahnya Sendiri di Serpong
Polisi Bongkar Kasus Penyelundupan Sepatu Adidas dari Pabrik Ekspor, Satu Otak Masih Buron
Jubir KPK Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik