Di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis lalu, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para rektor dan guru besar. Pertemuan itu menghasilkan keputusan penting: anggaran riset untuk perguruan tinggi bakal ditambah. Tak tanggung-tanggung, tambahannya mencapai Rp 4 triliun.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang akrab disapa Pras, yang menjelaskan ke media. Ia bilang, dalam forum itu disampaikan bahwa dana riset saat ini cuma Rp 8 triliun per tahun. Angka itu setara dengan 0,34 persen dari total APBN. Presiden pun langsung mengambil sikap.
"Dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun," kata Pras di kompleks Istana.
Ia menambahkan, "Harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN."
Dengan suntikan fresh money itu, total dana riset nasional kini melonjak jadi Rp 12 triliun setiap tahunnya. Tapi, uang sebesar itu nggak akan dibagi-bagi begitu saja. Ada arah yang jelas.
Pras menegaskan, fokus riset ke depan harus benar-benar tajam. Menurutnya, semua harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan strategis bangsa. Apa saja? Pertama, tentu saja mengejar swasembada pangan. Lalu, yang kedua, mengejar swasembada energi.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan