Di tengah keriuhan acara, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyempatkan diri menyapa warga. Ia kemudian mendatangi meja penyerahan obat dan bertanya pada salah seorang tenaga kesehatan di sana.
“Ini obatnya (warga) beli?” tanya Agus.
“Tidak, Bapak,” jawab nakes tersebut.
Sang Menteri pun langsung membalas dengan acungan jempol, tanda apresiasinya. Momen sederhana itu menegaskan bahwa layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan