Di tengah keriuhan acara, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyempatkan diri menyapa warga. Ia kemudian mendatangi meja penyerahan obat dan bertanya pada salah seorang tenaga kesehatan di sana.
“Ini obatnya (warga) beli?” tanya Agus.
“Tidak, Bapak,” jawab nakes tersebut.
Sang Menteri pun langsung membalas dengan acungan jempol, tanda apresiasinya. Momen sederhana itu menegaskan bahwa layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma.
Artikel Terkait
Prasetyo Hadi Beberkan Strategi Atasi Kekurangan 100 Ribu Dokter
Wakil Ketua MPR Ajak Investor Global Garap Emas Hijau Panas Bumi Indonesia
Berkas Perkara Kebakaran Terra Drone Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
Batas Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital 2026 Diperpanjang hingga Akhir Januari