Namun begitu, kedua belah pihak sepakat untuk tidak sepakat. Mereka setuju membentuk sebuah komite yang akan bertemu dalam beberapa minggu ke depan, barangkali ada celah untuk kemajuan.
Di sisi lain, Trump tampaknya belum mau mengalah. Beberapa jam sebelum pembicaraan, ia bersikeras bahwa NATO harus mendukung upaya AS menguasai Greenland. Padahal, sekutu-sekutu utama Eropa sudah berbaris mendukung Denmark.
Di akun Truth Social-nya, Trump menulis bahwa Greenland "sangat penting" untuk sistem pertahanan udara dan rudal Golden Dome yang ia rencanakan. "Apa pun yang kurang dari itu tidak dapat diterima," tulisnya.
Sementara pertemuan berlangsung, Gedung Putih bahkan memposting pesan provokatif di X: "Ke mana arahmu, orang Greenland?"
Suasana memang tegang. Tapi Rasmussen dan timnya pulang dengan satu keyakinan: posisi mereka takkan goyah.
Artikel Terkait
Boyolali Siap Jadi Tuan Rumah Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026
Dua Tersangka Utang Diamankan, Mayat Pria 25 Tahun Ditemukan Tertimbun Daun Kering di TPU Bekasi
Truk Mogok di Gerbang Tol Senayan Picu Kemacetan ke Slipi
DKI Siapkan Dana Cadangan untuk Perpanjang Operasi Hujan Buatan Hingga Sebulan