Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa keamanan di Arktik adalah prioritas. "Keamanan di Arktik sangat penting bagi Kerajaan Denmark dan sekutu Arktik kami. Oleh karena itu penting bagi kami, dalam kerja sama erat dengan sekutu, untuk lebih memperkuat kemampuan kami untuk beroperasi di wilayah tersebut," ujarnya.
Di sisi lain, respons Denmark juga terlihat sebagai bentuk kewaspadaan. PM Mette Frederiksen pernah mengingatkan, serangan AS terhadap sekutu NATO bisa mengakhiri aliansi itu. Tegas sekali.
Latihan yang dimulai sekarang ini rencananya akan berlanjut hingga 2026. Kegiatannya beragam, mulai dari pengamanan infrastruktur penting, bantuan kepada otoritas lokal seperti polisi, hingga penerimaan pasukan sekutu. Tak ketinggalan, operasi angkatan laut dan pengerahan pesawat tempur di sekitar Greenland juga akan digelar. Tahun lalu, Denmark sudah jadi tuan rumah latihan serupa dengan melibatkan Jerman, Prancis, Norwegia, dan Swedia.
Sementara di meja diplomasi, pembicaraan tetap berjalan. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan perwakilan dari Greenland dijadwalkan bertemu dengan Menlu AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance di Washington, Rabu (14/1). Pertemuan ini tentu jadi momen krusial, di tengah ketegangan yang makin terasa antara dua sekutu lama ini.
Artikel Terkait
Ferrari dan Harley Davidson Jadi Saksi Bisu di Sidang Kasus Minyak Goreng
Denmark Tegas Tolak Ambisi Trump Taklukkan Greenland
FBI Geledah Rumah Jurnalis Washington Post dalam Kasus Bocornya Dokumen Pentagon
Arab Saudi Tegaskan Tak Izinkan Serangan ke Iran Lewat Wilayahnya