Asap masih mengepul dari reruntuhan gedung Terra Drone di Kemayoran ketika kabar duka mulai berdatangan. Salah satu korban yang meninggal adalah Novia, seorang ibu yang tengah mengandung tujuh bulan. Suaminya, Ilham, tampak hampa menunggu di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Tujuh bulan," ucap Ilham singkat, menjawab pertanyaan wartawan pada Selasa (9/12) itu. Suaranya lirih, nyaris tak terdengar.
Dia sudah memberikan keterangan kepada dokter untuk proses identifikasi. Ciri-ciri fisik istrinya, itu saja yang bisa dia sampaikan. Tak ada barang pribadi yang tersisa. Rencananya, Novia akan dibawa pulang ke Lampung untuk dimakamkan di tanah keluarganya.
"Nggak bawa apa-apa. Cuma ditanya ciri-ciri fisik saja, sama paling identifikasi, ya seperti identitas diri," katanya lagi, mencoba menjelaskan proses yang terasa begitu hambar di tengah duka yang menggunung.
Kebakaran hebat itu pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 12.43 WIB. Siapa sangka, api yang awalnya mungkin dianggap kecil berubah menjadi malapetaka yang merenggut 22 nyawa. Korban tewas terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Sebuah angka yang terasa sangat berat.
Sumber Api dari Baterai
Artikel Terkait
Selandia Baru Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Kapolres Jaksel Ngopi di Gang Manggarai, Dengar Keluhan Warga Soal Tawuran dan Narkoba
Kebon Pala Terendam Dua Meter, Polairud Berjibaku Evakuasi Warga
Haedar Nashir Kritik Wacana Polri di Bawah Kementerian: Itu Mundur dari Reformasi