“Naskah-naskah kuno yang ada saja kita nggak mampu rawat karena keterbatasan anggaran. Terus kita mau pulangkan yang dari New Zealand itu, gimana merawatnya?” tanya Bonnie lugas.
Persoalan tak berhenti di situ. Bonnie lalu menyentuh masalah lain yang langsung dirasakan publik: aplikasi buku digital iPusnas yang sering macet. Keluhan ini ia sampaikan berdasarkan pengalaman pribadi.
“Kalau lagi malas pergi, saya biasanya akses iPusnas. Tapi belakangan ini sering macet,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, mengakuinya. Menurut Joko, salah satu penyebabnya adalah maraknya aplikasi ilegal yang memanfaatkan sistem.
“Kami mendapati ada aplikasi namanya ‘downloader iPusnas’. Ini ilegal, digunakan untuk mendownload buku-buku dari iPusnas dan jelas merugikan secara material serta melanggar hak cipta,” jelas Joko.
Untuk itu, pihaknya sedang berupaya mengantisipasi dan menghentikan praktik tersebut.
Artikel Terkait
Denmark Perkuat Militer di Greenland, Antisipasi Ambisi Trump di Arktik
Jantung Gelap Myanmar: Junta Gerebek Pabrik Narkoba Raksasa di Tengah Hutan
Ratusan Pil Ilegal Digagalkan, Pelaku 23 Tahun Diamankan di Batuceper
Greenland Tegaskan Setia ke Denmark, Tolak Isu Aneksasi AS