Di ruang rapat Komisi X DPR, Senayan, suasana tampak serius ketika Kepala Perpustakaan Nasional, Aminudin Azis, memaparkan kondisi anggaran institusinya. Angka yang disebutkan cukup mengejutkan: anggaran berjalan Perpusnas tahun ini hanya Rp 377,9 miliar.
“Ini cuma 52% dari anggaran tahun 2025,” ujar Azis dalam Rapat Dengar Pendapat, Rabu (14/1/2026).
Ia tak menampik bahwa pemotongannya terbilang drastis. “Artinya, ada pemotongan yang sangat-sangat besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Menyikapi hal itu, Perpusnas ternyata sudah mengajukan permohonan tambahan. Usulan senilai Rp 644,6 miliar itu telah disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto, bukan cuma sekali, melainkan sudah tiga kali. Azis berharap DPR bisa mempermudah prosesnya.
“Kami berharap bapak-ibu yang terhormat kiranya ada sinyal bagus untuk penambahan anggaran ini,” harapnya.
Namun begitu, anggaran yang terbatas itu langsung disorot oleh Anggota Komisi X, Bonnie Triyana. Baginya, angka Rp 377,9 miliar itu patut dipertanyakan kemampuannya, terutama untuk merawat kekayaan sejarah bangsa.
Artikel Terkait
Denmark Perkuat Militer di Greenland, Antisipasi Ambisi Trump di Arktik
Jantung Gelap Myanmar: Junta Gerebek Pabrik Narkoba Raksasa di Tengah Hutan
Ratusan Pil Ilegal Digagalkan, Pelaku 23 Tahun Diamankan di Batuceper
Greenland Tegaskan Setia ke Denmark, Tolak Isu Aneksasi AS