Rincian pembayarannya pun diungkap di persidangan. Untuk Ferrari senilai Rp 15,5 miliar itu, pembayaran diawali dengan 5 ribu dolar AS secara tunai. Sisanya, yang mencapai Rp 785 juta, dilunasi via transfer.
Prosedur serupa berlaku untuk Porsche. Eka menjelaskan bahwa pembayaran dilakukan bertahap, dengan 30 ribu dolar AS dibayar tunai dan sisanya ditransfer. Semua transaksi ini, sekali lagi, dilakukan secara tunai campuran antara mata uang rupiah dan dolar.
Pengungkapan ini menyiratkan gaya hidup yang sangat tinggi dari seorang terdakwa yang namanya tengah terjerat kasus korupsi. Sidang yang juga melibatkan terdakwa Marcella Santoso ini pun mendapat sorotan baru, bukan hanya soal suap, tapi juga aliran dana yang begitu deras untuk barang-barang mewah.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan