Itu juga alasan mengapa dia begitu sering blusukan dan bahkan menginap di desa-desa. Dia ingin melihat langsung, merasakan, perkembangan desa dan kehidupan warganya. Impiannya jelas: membangun Indonesia dari desa.
"Makanya muncul tagline kami 'Bangun desa, bangun Indonesia'," katanya.
Logikanya runtut. Kalau semua desa bagus, kecamatan akan maju. Kecamatan yang maju akan membuat kabupaten berkembang. Kabupaten yang bagus otomatis menyumbang pada kemajuan provinsi.
"Kalau semua provinsi sudah bagus, sudah, Indonesia top," sambungnya penuh keyakinan. "Makanya saya bilang kalau kita bangun desa sejatinya bangun Indonesia."
Namun begitu, ada kekhawatiran yang mendalam. Yandri tidak ingin desa di Indonesia bernasib seperti di Jepang atau Korea Selatan. Di dua negara maju itu, desa justru sepi. Masyarakatnya banyak yang pindah ke kota, pertumbuhan penduduk minus, dan ekonominya punya potensi masalah.
Dari situlah dia mengambil pelajaran. Kesimpulannya singkat tapi mengena.
"Jadi kalau desa nggak diurus, berbahaya bagi sebuah negara," pungkasnya.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan