Di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan, bengkel pengolahan limbah FABA atau fly ash bottom ash mulai beroperasi. Menurut Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, kehadiran bengkel ini bukan sekadar proyek biasa. Ia membawa cita-cita besar: meningkatkan kualitas narapidana sekaligus mengubah limbah jadi produk bernilai ekonomi.
“Kami di jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bercita-cita bahwa warga binaan akan mendapatkan keterampilan pemanfaatan limbah dari fly ash bottom ash ini,” ujar Agus dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, Selasa (13/1/2026).
“Untuk pembuatan modul rumah, batako, paving block, genteng, dan sebagainya,” lanjutnya.
Transformasi pembinaan di lapas, kata Agus, dilakukan terus-menerus. Fokusnya kini tak lagi cuma pada kegiatan sosial atau keagamaan. Pembinaan justru diarahkan agar warga binaan punya keterampilan nyata, produktivitas, dan tentu saja nilai ekonomi yang bisa mereka rasakan langsung.
“Arah ini sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” tegasnya.
Menurut Menteri Agus, kebijakan itu menekankan penguatan SDM, kemandirian, dan penciptaan nilai tambah lewat kerja produktif.
Artikel Terkait
Peringatan di Balik Layar: Mantan Jaksa KPK Sudah Khawatirkan Skema Chromebook Rp 2,1 Triliun
Genangan di Jakarta Surut, BPBD Apresiasi Kerja Sama Penanganan
Hakim Desak Penangkapan Buronan Kunci di Kasus Korupsi Chromebook Rp 2,1 Triliun
ART Buru Dua Pria Pembunuh ART di Serang Usai Penusukan Maut