Klaim Budaya Tanpa Sejarah, Siap-siap Jadi Bahan Rujakan

- Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40 WIB
Klaim Budaya Tanpa Sejarah, Siap-siap Jadi Bahan Rujakan

Si Paling Budaya dirujak Netizen 😂

Berbudaya itu memang keren. Tapi kalau cuma klaim tanpa bekal pengetahuan sejarah yang memadai? Ya siap-siap saja jadi bahan omongan, bahkan bahan tertawaan. Begitulah kira-kira yang terjadi belakangan ini.

Ambil contoh Batu Yoni. Benda ini bukan sekadar batu biasa, melainkan artefak kuno yang bentuknya menyerupai vulva. Asalnya dari India, dan merupakan simbol Dewi Parwati. Dalam ritual Hindu, Yoni kerap dipasangkan dengan Lingga yang melambangkan Dewa Siwa sebagai perlambang penyatuan dan penciptaan. Keberadaannya di candi-candi Jawa adalah bukti nyata bagaimana pengaruh Hindu dari India meresap dalam ritual kesuburan masyarakat Jawa kuno.

Lalu ada Blangkon. Banyak yang mengira ini murni budaya Jawa. Padahal, akarnya justru dari percampuran budaya yang menarik. Dulu, para pedagang Muslim dari Gujarat biasa memakai sorban. Gaya berbusana itu kemudian menginspirasi masyarakat lokal untuk memakai ikat kepala serupa.

Dari situ, terjadi asimilasi. Ikat kepala yang awalnya berupa kain panjang yang diikat manual, lambat laun berubah bentuk. Muncul inovasi penutup kepala yang praktis, siap pakai. Nah, dari kata “blangko” (siap pakai) inilah kemudian lahir sebutan “blangkon” yang kita kenal sekarang.

Bagaimana dengan kemeja


Halaman:

Komentar