Limbah FABA Disulap Jadi Peluang, Lapas Cetak Warga Binaan Mandiri

- Selasa, 13 Januari 2026 | 19:20 WIB
Limbah FABA Disulap Jadi Peluang, Lapas Cetak Warga Binaan Mandiri

Manfaatnya ternyata berlapis. Ambil contoh bengkel FABA di Lapas Kelas I Tangerang. Produk material bangunannya sudah dipatenkan dengan merk Jawara Beton. Di sana, narapidana terlibat langsung mengolah limbah FABA dari PLTU menjadi paving block dan batako yang siap pakai.

Agus membeberkan setidaknya ada delapan manfaat konkret. Narapidana dapat keterampilan teknis yang dibutuhkan pasar dan tambahan penghasilan dari premi kerja. Mereka juga punya bekal nyata setelah bebas nanti. Di sisi lain, pemanfaatan limbah FABA menekan biaya bahan baku. Hasilnya, tercipta produk konstruksi yang lebih kompetitif harganya.

Limbah industri pun bisa dikelola dengan baik. Pelaku usaha dapat alternatif bahan baku yang efisien, dan masyarakat mendapat produk berkualitas yang jelas asal-usulnya.

“Pendekatan ini mencerminkan semangat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi,” tegas Agus.

Baginya, pembinaan yang terarah adalah pembinaan yang mempersiapkan masa depan. Narapidana tak boleh cuma menjalani masa hukuman. Mereka harus dibekali kemampuan, pengalaman kerja, dan kepercayaan diri untuk kembali ke masyarakat.

“Inilah pembinaan Pemasyarakatan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” pungkas Menteri Agus.


Halaman:

Komentar