Video yang beredar di media sosial benar-benar menyoroti perbedaan yang mencolok. Di perbatasan Kabupaten Bogor dan Lebak, Banten, kondisi sebuah jalan tampak bagai dua dunia yang berbeda. Di satu sisi, aspal mulus dengan marka jalan rapi. Di sisi lain, hamparan tanah merah yang tentu berdebu saat kemarau dan becek kala hujan.
Jalan itu berada di area hunian sementara (huntara) untuk penyintas longsor Lebak Gedong tahun 2020 lalu. Dalam video viral itu, seorang pria dengan nada kesal membandingkan kedua sisi jalan.
Menanggapi gugatan itu, Gubernur Banten Andra Soni buka suara. Dia menegaskan bahwa pengerasan jalan di wilayah Lebak sebenarnya sudah mulai dikerjakan. Menurutnya, pekerjaan ini penting sebagai prasyarat untuk pembangunan hunian tetap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Prosesnya memang sudah berjalan, tapi Andra mengakui ada kendala yang bikin proyek molor. "Pengerasan jalan itu menjadi tanggung jawab kami, sesuai janji kami. Saat ini jalannya sedang dikerjakan. Namun kemarin aksesnya harus memutar karena ada pengerjaan dari wilayah Kabupaten Bogor," jelasnya.
Artikel Terkait
IMO Peringatkan Bahaya Blokade AS dan Pungutan Iran di Selat Hormuz
Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 337 Ponsel Ilegal Senilai Rp3,76 Miliar
Anwar Usman Purnabakti dari MK: Setiap Putusan Menambah Musuh
Pemutakhiran Data Bansos 2026: 11.014 Keluarga Dicoret, 25.665 Ditambahkan