Sebagai kader partai pimpinan Presiden Prabowo Subianto, Endro melihat PIP punya peran strategis. Program ini dirancang untuk menghapus hambatan ekonomi yang sering jadi penyebab utama anak berhenti sekolah. Selain itu, PIP juga mendorong partisipasi pendidikan anak usia 6 hingga 21 tahun, sekaligus mendukung wajib belajar 12 tahun.
“Dengan adanya bantuan ini, kami optimis siswa-siswa akan tetap bersekolah hingga menyelesaikan pendidikan mereka,” tambahnya.
Bagi Endro, yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kota Blitar, PIP lebih dari sekadar angka di atas kertas. Ini adalah cerminan komitmen pemerintah untuk pendidikan yang adil dan inklusif. Ia berharap, penyaluran bantuan ini bisa membangkitkan semangat belajar anak-anak. Bahkan, memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami ingin semua anak, terutama mereka dari keluarga miskin, mendapatkan peluang pendidikan yang sama,” pungkas Endro.
Dukungan yang konsisten, menurut penilaiannya, akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di daerah. Melalui program seperti PIP, pemerintah berharap angka putus sekolah bisa ditekan signifikan. Mutu pendidikan, khususnya di kalangan siswa madrasah, pun diharapkan terus terdongkrak ke arah yang lebih baik.
Artikel Terkait
KPK Periksa Anggota DPRD Bekasi, Soroti Peran Ayah Bupati Nonaktif
Kades Kohod Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pagar Laut
AS Kecam Rusia Gunakan Rudal Berpotensi Nuklir di Tengah Upaya Damai
Menteri Yandri: Transfer Pemain Esports Capai Rp 50 Miliar, Potensi Desa Luar Biasa!