Lalu, bagaimana sikap SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai menyikapi sistem Pilkada ini? Dede menjelaskan bahwa SBY lebih ingin fokus pada pemulihan pascabencana di sejumlah daerah terlebih dahulu.
"Jadi Pak SBY juga mengatakan, kita fokus pembenahan ini dulu. Urusan pilihan masih 2031. Fokus kita ke masalah bencana Sumatera," jelasnya.
Untuk urusan politik seperti wacana Pilkada itu, SBY sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada AHY. Dede menegaskan, AHY-lah yang memegang kewenangan tertinggi di partai sekarang.
"Ya sudah diserahkan kepada ketua umum kami, Mas AHY, untuk melakukan keputusan terkait kebijakan-kebijakan Partai Demokrat. Termasuk soal Pilkada itu," ungkap Dede.
Sebelumnya, dalam pidatonya pada Senin malam, SBY sendiri yang menegaskan hal serupa. Ia menyatakan bahwa seharusnya yang memberi sambutan utama adalah pemimpin partai, yaitu AHY.
"Saya boleh dikatakan seorang mentor senior," kata SBY.
"Mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY."
Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi tertinggi di partai saat ini. SBY sengaja menekankannya, barangkali agar tak ada lagi keraguan tentang siapa yang memegang kendali.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran Dimulai Lebih Awal, Warga Hindari Tiket Mahal dan Kerumunan
UEA Cegat Ratusan Rudal dan Drone Iran, Puing Jatuh di Burj Al Arab
Anggota DPR Desak Hukuman Maksimal untuk Paman Pelaku Penyiksaan Balita di Surabaya
AS dan Israel Serang Iran, Teheran Balas dengan Rudal ke Israel