Hujan deras yang mengguyur sejak Senin (12/1) malam lalu, akhirnya memaksa Kali Cimanceri meluap. Akibatnya, kawasan permukiman di Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, Bogor, tak bisa menghindar dari genangan air yang merayap masuk.
Menurut M Adam Hamdani dari BPBD Kabupaten Bogor, luapan sungai itu langsung membanjiri dua wilayah setempat. Ketinggian airnya cukup signifikan, mencapai sekitar 60 sentimeter.
"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi yang cukup lama, mengakibatkan meluapnya aliran Kali Cimanceri sehingga berdampak ke pemukiman warga dengan ketinggian sekitar 60 Cm,"
kata Adam, Selasa (13/1/2026).
Dia menjelaskan, setidaknya ada 190 rumah warga yang terendam. Rinciannya, RT 07/01 terdampak 83 rumah, sementara di RT 01/10 jumlahnya lebih banyak, 107 unit. Kalau dihitung per jiwa, ratusan orang merasakan langsung efeknya.
Untungnya, situasinya tidak separah yang dikhawatirkan. Meski air masuk ke dalam rumah, tidak ada laporan kerusakan struktur bangunan yang serius.
"Tidak ada kerusakan pada bangunan rumah, hanya terendam banjir lintasan,"
jelasnya lagi.
Di sisi lain, puluhan warga memilih untuk mengungsi demi keamanan. Mereka mencari tempat yang lebih kering dan aman.
"Korban mengungsi 14 KK dengan total 43 jiwa, mengungsi di Masjid Al-Ikhlas,"
ucap Adam.
Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dan pagi tadi, air sudah mulai menyurut. Warga yang sempat mengungsi pun perlahan bersiap untuk pulang, menghadapi sisa-sisa genangan dan lumpur yang ditinggalkan banjir.
Artikel Terkait
Menhub Pastikan Evakuasi Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Dipercepat
Empat Tewas dalam Tabrakan Kereta Api Argo Bromo dengan KRL di Bekasi Timur, Menhub Turun Langsung
Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Masih Berlangsung, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Kereta Purwojaya Tertahan Lebih Dua Jam di Stasiun Jatinegara Akibat Tabrakan di Bekasi Timur