Begitu kata Araghchi lewat akun media sosial X, Minggu waktu setempat. Nada sarkasme jelas terasa dalam pernyataannya.
Ia lalu menambahkan, “Hanya ada satu masalah: mantan Direktur CIA dari Presiden Trump sendiri telah secara terbuka dan tanpa malu-malu menyoroti apa yang sebenarnya dilakukan Mossad dan para pendukungnya di Amerika.”
Tak lupa, ia menyertakan screenshot postingan Pompeo sebagai bukti pendukung. Bagi Araghchi, situasinya justru terbalik.
Di sisi lain, ia menilai justru AS dan Israel-lah yang sebenarnya “delusional”. Argumennya tajam. “Satu-satunya aspek 'delusional' dari situasi saat ini adalah keyakinan bahwa aksi pembakaran tidak akan membakar pelakunya,” imbuhnya. Sebuah peringatan keras yang dibalut metafora. Situasi memang memanas, dan perang narasi seperti ini jadi front pertempuran yang lain sama sekali.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Soroti Arti Penting Kunjungan di Tengah Gejolak Global
Warga Malaysia Diserahkan ke Kejaksaan Terkait 99.600 Pil Happy Five di Dumai
Partisipasi Anambas di Popda Kepri 2026 Terancam Gagal Akibat Kekosongan Anggaran
DPR Tegaskan Tak Ada Akses Bebas bagi Pesawat Militer Asing di Ruang Udara Indonesia