Begitu kata Araghchi lewat akun media sosial X, Minggu waktu setempat. Nada sarkasme jelas terasa dalam pernyataannya.
Ia lalu menambahkan, “Hanya ada satu masalah: mantan Direktur CIA dari Presiden Trump sendiri telah secara terbuka dan tanpa malu-malu menyoroti apa yang sebenarnya dilakukan Mossad dan para pendukungnya di Amerika.”
Tak lupa, ia menyertakan screenshot postingan Pompeo sebagai bukti pendukung. Bagi Araghchi, situasinya justru terbalik.
Di sisi lain, ia menilai justru AS dan Israel-lah yang sebenarnya “delusional”. Argumennya tajam. “Satu-satunya aspek 'delusional' dari situasi saat ini adalah keyakinan bahwa aksi pembakaran tidak akan membakar pelakunya,” imbuhnya. Sebuah peringatan keras yang dibalut metafora. Situasi memang memanas, dan perang narasi seperti ini jadi front pertempuran yang lain sama sekali.
Artikel Terkait
SBY Tegaskan Demokrat Harus Jadi Bagian Solusi di Tengah Tantangan Global
Prabowo Pilih Bermalam di IKN Usai Agenda Haru di Kalimantan
Bus Transjakarta Tabrak Tiang Listrik di Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka
SBY Tegaskan di Puncak Natal Demokrat: Mataharinya Hanya Satu, AHY