Iran Tuding Mossad di Balik Kerusuhan, Kutip Unggahan Pompeo sebagai Bukti

- Senin, 12 Januari 2026 | 14:55 WIB
Iran Tuding Mossad di Balik Kerusuhan, Kutip Unggahan Pompeo sebagai Bukti

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, punya klaim tegas. Ia menyebut ada bukti jelas yang mengaitkan aksi kekerasan dalam unjuk rasa di negaranya dengan badan intelijen Israel, Mossad. Klaim ini tak main-main dan langsung menyasar pihak yang dituding.

Menurut sejumlah laporan dari Press TV Senin lalu, Araghchi merujuk pada sebuah unggahan media sosial. Yang bikin heboh, unggahan itu justru berasal dari mantan Direktur CIA sekaligus eks Menlu AS, Mike Pompeo. Ya, orang dalam pemerintahan Presiden Donald Trump itu.

Unggahan Pompeo pada 2 Januari, begitu terbuka, menyebutkan bahwa agen-agen Mossad berkeliaran di jalanan Iran. Rupanya, postingan lama itu kini jadi amunisi diplomatik.

Dalam pernyataannya, Araghchi mendeskripsikan dengan gamblang. Ia mengatakan personel kepolisian Iran tewas dieksekusi oleh teroris sungguhan. Aksi ini, menurutnya, diawasi oleh apa yang secara terbuka diidentifikasi Pompeo sebagai agen Mossad.

“Menurut pemerintah AS, Iran 'delusional' karena menilai bahwa Israel dan AS mengobarkan kerusuhan sarat kekerasan di negara kami,”

Begitu kata Araghchi lewat akun media sosial X, Minggu waktu setempat. Nada sarkasme jelas terasa dalam pernyataannya.

Ia lalu menambahkan, “Hanya ada satu masalah: mantan Direktur CIA dari Presiden Trump sendiri telah secara terbuka dan tanpa malu-malu menyoroti apa yang sebenarnya dilakukan Mossad dan para pendukungnya di Amerika.”

Tak lupa, ia menyertakan screenshot postingan Pompeo sebagai bukti pendukung. Bagi Araghchi, situasinya justru terbalik.

Di sisi lain, ia menilai justru AS dan Israel-lah yang sebenarnya “delusional”. Argumennya tajam. “Satu-satunya aspek 'delusional' dari situasi saat ini adalah keyakinan bahwa aksi pembakaran tidak akan membakar pelakunya,” imbuhnya. Sebuah peringatan keras yang dibalut metafora. Situasi memang memanas, dan perang narasi seperti ini jadi front pertempuran yang lain sama sekali.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar