Ajudan Netanyahu Ditahan, Terkait Upaya Gagalkan Penyidikan Bocornya Dokumen Rahasia

- Minggu, 11 Januari 2026 | 18:25 WIB
Ajudan Netanyahu Ditahan, Terkait Upaya Gagalkan Penyidikan Bocornya Dokumen Rahasia

Polisi Israel bergerak cepat. Mereka menahan seorang ajudan senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Alasannya? Dugaan kuat bahwa orang ini berusaha menghalang-halangi sebuah penyelidikan.

Menurut sejumlah laporan media lokal yang beredar, penahanan ini berkaitan erat dengan kasus kebocoran informasi militer saat perang di Gaza masih berkecamuk. Meski polisi enggan menyebut nama, media Israel ramai-ramai memberitakan bahwa yang ditahan adalah Tzachi Braverman. Dia bukan orang sembarangan. Braverman adalah Kepala Staf Netanyahu saat ini, dan bahkan sudah ditunjuk untuk menjadi duta besar Israel berikutnya untuk Inggris.

Pernyataan resmi polisi singkat saja. "Pagi ini, seorang pejabat senior di kantor perdana menteri ditahan untuk diinterogasi... atas dugaan menghalangi penyelidikan," begitu bunyinya, seperti dilansir AFP, Minggu (11/1/2026).

"Tersangka... saat ini sedang diinterogasi dengan peringatan," lanjut pernyataan itu.

Gelombang kasus ini sebenarnya dimulai dari tuduhan seorang mantan ajudan Netanyahu sendiri, Eli Feldstein. Dia baru-baru ini menyeret nama Braverman ke publik. Feldstein menuduh Braverman mencoba menghentikan penyelidikan soal kebocoran informasi militer sensitif yang diberikan ke pers asing, di tengah panasnya perang melawan Hamas di Gaza.

Lalu, siapa Feldstein? Dialah sumber kebocoran itu sendiri. Pada September 2024, pria itu membocorkan dokumen rahasia militer Israel ke tabloid Jerman, Bild. Aksi itu berujung pada penangkapannya sendiri dan sejumlah dakwaan.

Isi dokumennya sendiri cukup provokatif. Tujuannya untuk membuktikan bahwa Hamas sebenarnya tidak tertarik pada gencatan senjata. Dokumen itu juga dianggap sebagai upaya mendukung klaim Netanyahu, bahwa para sandera yang diambil Hamas dalam serangan 7 Oktober 2023 hanya bisa dibebaskan lewat tekanan militer, bukan meja perundingan.


Halaman:

Komentar