“Harapan saya cuma satu: semoga Majelis Kaum Betawi cepat bersatu. Jangan ada lagi kelompok ini-itu,” ucapnya lugas.
“Saya sudah bilang ke Bang Foke, ‘Bang, apa yang harus saya kerjakan, pasti saya kerjakan’.”
Pramono lantas menyelipkan observasi kecil tentang karakter masyarakat Betawi. Baginya, sifat egaliter mereka justru sebuah kekuatan. “Nggak punya raja, nggak punya sultan. Semuanya jadi raja, semuanya jadi sultan. Ini harus dipersatukan. Kalau bersatu, kekuatannya akan luar biasa,” lanjutnya.
Menanggapi hal itu, Fauzi Bowo mengawali dengan ucapan terima kasih atas kehadiran Gubernur. Ia sepakat bahwa jasa MH Thamrin melampaui batas-batas etnis dan geografis.
“Jelas, beliau adalah Pahlawan Nasional. Jasanya akan tetap dikenang seluruh bangsa Indonesia, bukan cuma untuk Betawi atau Jakarta,” tegas Foke.
Namun begitu, ia mengingatkan bahwa penghormatan pada pahlawan tak boleh sekadar seremonial belaka. Foke merasa bangga dan bersyukur nama MH Thamrin diabadikan sebagai nama jalan utama di Jakarta.
“Itu boulevard paling utama. Luar biasa. Kami bangga dan berterima kasih,” ujarnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Ibu Kandung Korban Kekerasan di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK Usai Terima Ancaman
Anggota DPR Soroti Ancaman Konflik Global dan Pentingnya Ketahanan Fiskal Indonesia di 2026
KPK Tahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Terkait Uang Rp 5 Miliar dari Kasus Suap
KPK Periksa 12 Kepala Desa Terkait Kasus Pemerasan Bupati Pati