“Harapan saya cuma satu: semoga Majelis Kaum Betawi cepat bersatu. Jangan ada lagi kelompok ini-itu,” ucapnya lugas.
“Saya sudah bilang ke Bang Foke, ‘Bang, apa yang harus saya kerjakan, pasti saya kerjakan’.”
Pramono lantas menyelipkan observasi kecil tentang karakter masyarakat Betawi. Baginya, sifat egaliter mereka justru sebuah kekuatan. “Nggak punya raja, nggak punya sultan. Semuanya jadi raja, semuanya jadi sultan. Ini harus dipersatukan. Kalau bersatu, kekuatannya akan luar biasa,” lanjutnya.
Menanggapi hal itu, Fauzi Bowo mengawali dengan ucapan terima kasih atas kehadiran Gubernur. Ia sepakat bahwa jasa MH Thamrin melampaui batas-batas etnis dan geografis.
“Jelas, beliau adalah Pahlawan Nasional. Jasanya akan tetap dikenang seluruh bangsa Indonesia, bukan cuma untuk Betawi atau Jakarta,” tegas Foke.
Namun begitu, ia mengingatkan bahwa penghormatan pada pahlawan tak boleh sekadar seremonial belaka. Foke merasa bangga dan bersyukur nama MH Thamrin diabadikan sebagai nama jalan utama di Jakarta.
“Itu boulevard paling utama. Luar biasa. Kami bangga dan berterima kasih,” ujarnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Cemburu Buta Berujung Aib: Pacar Dianiaya dan Dipermalukan di Kendari
Iran Ancam AS dan Israel, Korban Kerusuhan Tembus 500 Jiwa
Piton Raksasa Telan Kambing Hidup-Hidup, Warga Buton Buru dan Tumpas
Semeru Muntahkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer, Status Tetap Siaga