Kasus tenggelamnya kapal pinisi di Labuan Bajo yang merenggut nyawa pelatih Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan kedua anaknya, kini memasuki babak baru. Polisi sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka: sang nahkoda dan satu anak buah kapal. Meski berstatus tersangka, keduanya tak langsung dijebloskan ke sel tahanan.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, mengonfirmasi hal itu. Menurutnya, penahanan terhadap dua orang berinisial L dan KKM itu belum dilakukan.
"Nakhoda KM Putri Sakinah saat ini tidak dilakukan penahanan. Hanya wajib lapor," ujar Henry.
Alasannya? Polisi merujuk pada aturan baru dalam KUHP. Dalam kerangka hukum yang berlaku sekarang, penahanan dianggap sebagai langkah terakhir, atau ultimum remedium. Artinya, penyidik punya pertimbangan lain sebelum memutuskan untuk menahan seseorang.
Fokus penyelidikan saat ini, jelas Henry, adalah dugaan kelalaian operasional kapal. Mereka menyelidiki kemungkinan pelanggaran prosedur navigasi dan pemeliharaan mesin, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem. Pasal 359 KUHP juncto Pasal 332 KUHP Baru jadi landasannya.
Artikel Terkait
Ricuh Suporter Warnai Malam Bogor, Jalanan Sempat Diblokir Massa
Malam Minggu Berdarah di Cilebut: Dikeroyok, Motor Tercebur, Ponsel Direnggut
Tujuh Remaja Diamankan Saat Hendak Tawuran Dini Hari di Palmerah
Nobar Persija vs Persib di Depok Ricuh Usai Petasan Dinyalakan