Kedalaman itu, kata Daryono, menempatkan gempa ini dalam kategori gempa dangkal. Sumbernya diduga berasal dari aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. Mekanisme pergerakannya disebut sebagai oblique normal, atau kombinasi mendatar dan turun.
Dampak guncangan ternyata dirasakan cukup luas. Di Tobelo dan Kepulauan Sitaro, skala intensitasnya mencapai III-IV MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah.
Berita baiknya, gempa dengan karakteristik seperti ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 22.20 WIB, tercatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo 4,6. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Badan Gizi Nasional Tegaskan Mobil Operasional SPPG Hanya untuk Distribusi Bantuan
Anggota DPR Soroti Kondisi Perlintasan Kereta di Tulangan Sidoarjo yang Berbahaya
Pria Bersenjata Kapak dan Pisau Diamankan Saat Salat Tarawih di Masjid Manchester
Arsenal dan Barcelona Berebut Julian Alvarez, Legenda The Gunners Dukung Transfer