Kedalaman itu, kata Daryono, menempatkan gempa ini dalam kategori gempa dangkal. Sumbernya diduga berasal dari aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. Mekanisme pergerakannya disebut sebagai oblique normal, atau kombinasi mendatar dan turun.
Dampak guncangan ternyata dirasakan cukup luas. Di Tobelo dan Kepulauan Sitaro, skala intensitasnya mencapai III-IV MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah.
Berita baiknya, gempa dengan karakteristik seperti ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 22.20 WIB, tercatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo 4,6. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang
Pemilu Peru 2026: Keamanan Jadi Isu Utama di Tengah Fragmentasi Politik
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Diduga Peras Kepala Dinas untuk Beli Sepatu Mewah