Kedalaman itu, kata Daryono, menempatkan gempa ini dalam kategori gempa dangkal. Sumbernya diduga berasal dari aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. Mekanisme pergerakannya disebut sebagai oblique normal, atau kombinasi mendatar dan turun.
Dampak guncangan ternyata dirasakan cukup luas. Di Tobelo dan Kepulauan Sitaro, skala intensitasnya mencapai III-IV MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah.
Berita baiknya, gempa dengan karakteristik seperti ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 22.20 WIB, tercatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo 4,6. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
iPhone 16 Pro Raib, Hasil Jambret Dibelikan Sabu
Warga Rasuna Said Lega Tiang Monorel Dibongkar, Tapi Khawatir Macet Bertambah Parah
Modus All In di Kantor Pajak: Tunggakan Rp 75 Miliar Menyusut Usai Suap Mengalir
Momen Hangat Megawati dan Anak-Anak Warnai Rakernas PDIP