Suasana hening salat tarawih di Masjid Manchester Central tiba-tiba berubah mencekam Selasa malam lalu. Seorang pria membawa kapak dan pisau berhasil menyusup masuk ke dalam ruang ibadah yang dipenuhi sekitar dua ribu jamaah. Untungnya, aksinya cepat diketahui. Para sukarelawan masjid segera menegur dan mencegah pria itu bergerak lebih jauh, sementara telepon segera diangkat untuk memanggil polisi.
Menurut laporan yang beredar, polisi tiba di lokasi di Upper Park Road, Rusholme, sekitar pukul 20.40 waktu setempat. Mereka merespons laporan tentang dua pria yang bertingkah mencurigakan. Aksi mereka cepat. Seorang pria berusia empat puluhan langsung diamankan. Dari penangkapan itu, polisi menyita senjata berbahaya dan juga menemukan narkoba Kelas B di tubuh tersangka. Sampai berita ini ditulis, upaya untuk melacak pria kedua masih terus dilakukan.
Meski begitu, situasinya belum sepenuhnya jelas. Pihak kepolisian, dalam pernyataannya, mengaku bekerja sama dengan detektif dari Unit Kontor Terorisme Wilayah Barat Laut. Namun, mereka enggan menyebut insiden berbahaya ini sebagai aksi terorisme. Sikap ini rupanya mengundang tanya dari pengurus masjid.
Masjid Manchester Central, melalui pernyataannya, menegaskan bahwa para jamaah dan sukarelawannya lah yang pertama kali bertindak. Mereka yang mencegah pria bersenjata itu sebelum polisi datang.
Superintendent Simon Nasim mencoba menenangkan publik. "Tidak ada seorang pun yang terluka," katanya. "Dan tidak ada ancaman yang sempat dilontarkan."
Namun, alasan pria itu masuk ke masjid penuh jamaah justru terdengar mengada-ada.
"Dia bilang sedang mengerjakan pekerjaan di gedung itu," jelas Asisten Kepala Kepolisian John Webster. "Tapi staf masjid sama sekali tidak tahu soal pekerjaan itu. Mereka menangkap gelagat tidak beres, lalu menelepon kami."
Ceritanya memang tidak masuk akal. Bayangkan, membawa kapak dan pisau di malam hari, di tengah kerumunan orang yang sedang beribadah. Kini, pria itu mendekam di tahanan, sementara seluruh komunitas masih berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi di malam yang seharusnya penuh ketenangan itu.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Bersihkan Badan Tugu Monas Selama Enam Bulan Demi Perawatan Berkala
Hari Lahir Pancasila: Refleksi Krisis Makna Bernegara di Tengah Korupsi, Intoleransi, dan Melemahnya Etika Publik
BGN Suspensi 8.182 Satuan Gizi Gratis karena Menu Picu Diare hingga Mark Up Anggaran
Polisi Amankan 30 Paket Sabu dari Dua Pengedar di Cikeusal