Di tengah riuh Rakernas PDIP di Ancol, Sabtu lalu, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan tegas. Ia meminta para kadernya untuk tidak ikut merusak alam. Lebih dari itu, ia mendorong mereka untuk punya nyali berdiri tegak, sekalipun harus sendirian.
Acara yang digelar untuk memperingati HUT ke-53 partai itu berlangsung tertutup. Namun, teks pidato Megawati kemudian dibagikan kepada awak media. Juru bicara PDIP, Guntur Romli, mengizinkan isi pidato tersebut untuk dikutip.
"Kader tidak boleh menjadi bagian dari kerusakan alam dan penderitaan rakyat," tegas Megawati.
Suaranya, lewat teks yang dibaca, terasa jelas. "Menjadi pandu Ibu Pertiwi berarti menjaga keseimbangan. Antara manusia dan alam, antara kekuasaan dan moral, juga antara pembangunan dan keadilan."
Pesan itu tak berhenti di situ. Mantan presiden itu kemudian melanjutkan dengan seruan yang lebih keras. Ia mendorong kader banteng untuk berani menolak kebijakan yang dinilai merusak bumi. Juga melawan keserakahan yang mengorbankan rakyat biasa.
"Dan berani berdiri tegak di atas kebenaran, apa pun konsekuensinya," lanjutnya.
Menurut Megawati, kebenaran ibarat api yang menyucikan. Karena itu, kader partai tak boleh takut padanya. Justru sebaliknya, mereka harus berani disucikan oleh kebenaran itu sendiri.
Artikel Terkait
Kabel Internet Terputus Sebabkan Macet di Jalan Ir H Juanda Ciputat
Laporan: Eksekusi Mati di Iran Capai Rekor Tertinggi dalam Tiga Dekade
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Presiden Tandatangani Surpres RUU BPIP, Pembahasan di DPR Segera Dimulai