"Anak-anakku, jangan pernah takut pada kebenaran," ujarnya.
"Kader PDI Perjuangan harus berani disucikan oleh kebenaran itu berani mengakui kesalahan, berani memperbaiki diri, dan berani berdiri tegak meski sendirian."
Di sisi lain, Megawati juga menyinggung soal hakikat seorang pejuang sejati. Bukan popularitas atau pujian yang harus dikejar, melainkan tanggung jawab dan pengabdian. Bangsa ini, katanya, butuh sosok teladan yang tak cuma pandai berorasi.
Ia pun mengingatkan agar politik dimaknai kembali. Politik harus menjadi wahana moral, gotong royong, dan pengabdian murni.
"Jadikan setiap langkah politik kita sebagai tanggung jawab sejarah," imbuhnya. "Menjadi kader PDI Perjuangan bukan sekadar mengenakan seragam merah atau mengutip nama Bung Karno. Menjadi kader berarti menghidupi nilai perjuangan dalam pikiran, tindakan, dan hati nurani."
Pidato itu, singkatnya, adalah seruan untuk kembali ke nilai-nilai inti. Di tengau hiruk-pikuk politik praktis, Megawati seakan mengajak kadernya untuk berani berbeda dan konsisten pada prinsip.
Artikel Terkait
Kabel Internet Terputus Sebabkan Macet di Jalan Ir H Juanda Ciputat
Laporan: Eksekusi Mati di Iran Capai Rekor Tertinggi dalam Tiga Dekade
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Presiden Tandatangani Surpres RUU BPIP, Pembahasan di DPR Segera Dimulai