Dari Hambalang, Bogor, respons pemerintah akhirnya datang. Ada usulan yang mencuat belakangan ini, agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperluas jangkauannya. Sasaran baru yang diusulkan? Anak jalanan dan juga para penyandang disabilitas.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang ditemui Selasa (6/1/2026) lalu, menyambut usulan itu. “Terus terang, kalau tadi berkenaan dengan masalah itu belum,” ujarnya. Namun begitu, ia tak menampik. “Terima kasih kalau ada catatan dan masukan. Ini contoh yang baik,” tambah Prasetyo.
Pernyataannya jelas: usulan itu sudah dicatat. Pemerintah, kata dia, terbuka untuk masukan yang konstruktif. Setiap ide akan dipertimbangkan, dikaji lebih jauh sebelum diambil keputusan.
“Kami terus membuka diri,” tegasnya.
“Kalau memang ada sesuatu yang kami, pemerintah, masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan disampaikan. Kami akan terbuka.”
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sudah mengungkap evaluasi internal soal MBG. Secara statistik, program ini disebutnya 99,99 persen berhasil. Tapi Prabowo juga jujur mengakui, pasti ada celah.
“Apakah ada kekurangan? Ada,” kata Prabowo dalam taklimat awal tahun di tempat yang sama.
“Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti.”
Menurutnya, yang penting sekarang adalah meminimalisir kekurangan itu. Intinya, program MBG harus tetap bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas. Untuk saat ini, sasaran MBG masih berfokus pada anak usia dini, pelajar dari TK sampai SMA, serta ibu hamil dan menyusui. Usulan perluasan ke kelompok rentan lain? Masih dalam pembahasan. Tapi setidaknya, pintunya sudah terbuka.
Artikel Terkait
Ekonom Kritik Pelonggaran Aturan Halal untuk Produk AS, Khawatir Ancam Industri Domestik
Pemerintah Buka Impor Beras 1.000 Ton dari AS, Tegaskan Tak Ganggu Swasembada
Komisi III DPR Desak Proses Hukum Anggota Brimob Tersangka Penganiayaan Siswa Tewas di Maluku
Ramai Pemburu Takjil di Dua Titik Favorit Jakarta Pusat Jelang Buka Puasa