Di Banda Aceh, Sabtu lalu, suasana rapat koordinasi sempat cair oleh canda Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ia yang juga memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana itu tiba-tiba tersadar telah melewatkan satu nama penting saat menjelaskan komposisi tim.
Rapat yang mengambil alih pembahasan pemulihan pascabencana itu berlangsung cukup intens. Tito pun memaparkan struktur Satgas baru yang dibentuk pemerintah berdasarkan Keppres tertanggal 8 Januari, yang baru mereka terima sehari sebelumnya.
"Tugas utamanya jelas, mempercepat rehab-rekon. Tapi kita kerja di tengah situasi tanggap darurat yang masih berjalan," jelas Tito mengenai satuan tugas tersebut.
Dia lalu merinci susunannya. Untuk tim pengarah, ketuanya dipegang Menko PMK, dengan anggota seluruh Menko plus Panglima TNI dan Kapolri. Lalu, tim pelaksananya dipimpinnya sendiri sebagai Mendagri, dengan empat wakil ketua.
Empat nama seperti Kasum TNI Letjen Richard T.Tampubolon, Kepala BNPB Suharyanto, Komandan Brimob Polri Komjen Ramdani, dan Kepala BPIP Danantara Rosan Roeslani disebutkan satu per satu. Pembagian bidang kerja seperti Penyusunan Rencana Induk hingga Pengelolaan Data juga tak luput.
Artikel Terkait
Anggota DPR Kritik Wacana War Ticket Haji, Khawatirkan Keadilan dan Tata Kelola Keuangan
Mengenal Uang Kartal dan Giral: Perbedaan Penerbit, Bentuk, dan Kekuatan Hukum
Proyek Jalan Desa di Pandeglang Rampung, Namun Bronjong Penahan Tanah Alami Penurunan
BTN Siapkan KPR Bundling, Biayai Rumah dan Perabotan dalam Satu Akad