Namun begitu, di tengah penjelasannya, Tito seperti terkena sesuatu.
"Sedangkan untuk infrastruktur, saya ulangi ada yang terlewat di tim pengarah," ujarnya sambil tertawa ringan. "Selain Menko, Panglima, Kapolri, juga di situ ada Bapak Purbaya, haha."
Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa itu akhirnya disebut. Tito lalu berkelakar tentang bahaya melupakan sang menteri.
"Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau nggak," candanya. "Soalnya kalau beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma. Iya, nggak ada 'pitinya', haha."
Candanya yang spontan itu langsung memecah suasana. Rupanya, dalam kerja tim yang kompleks ini, humor menjadi pengingat kecil betapa setiap peran, terutama yang mengurusi anggaran, sangat krusial.
Artikel Terkait
DPR Klaim Pengadaan Motor Listrik BGN Sesuai Prosedur Anggaran 2025
Salat Jamak: Keringanan Islam dalam Kondisi Tertentu
Gubernur DKI Serukan Pelestarian Budaya Betawi di Tengah Dinamika Jakarta
Adik Bacok Kakak Kandung di Cakung Usai Ditegur Soal Pelecehan