Kabar mengejutkan datang dari Gedung Merah Putih KPK. Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi kuota haji. Langkah ini disambut baik oleh banyak pihak, termasuk mantan penyidik KPK Praswad Nugraha. Menurutnya, penetapan ini adalah langkah awal yang tepat.
Praswad, yang pernah menangani kasus serupa di masa lalu, punya pandangan khusus.
"Pembongkaran kasus korupsi haji sampai ke akar-akarnya itu penting banget," ujarnya kepada awak media, Sabtu (10/1/2026).
Dia melanjutkan, "Menetapkan Yaqut sebagai tersangka itu sudah pas. Soalnya, perannya dalam penentuan kuota haji kan sangat signifikan."
Namun begitu, Praswad mengingatkan bahwa penetapan tersangka bukanlah garis finis. Justru ini baru awal dari sebuah proses panjang. Dia berharap KPK tak berhenti di sini dan bisa mengungkap seluruh persoalan yang melingkupi kasus ini.
"Ini langkah kunci, tapi bukan akhir cerita," tegasnya.
Lebih jauh, Praswad menilai langkah KPK ini berpotensi mengubah peta sosial-politik yang selama ini membelit penanganan kasus haji. Kondisi yang rawan intervensi itu, katanya, bisa mulai terkikis.
Artikel Terkait
Suap Pajak Rp75 Miliar, DJP Minta Maaf ke Publik
Dua Maling Motor Tembak Warga di Palmerah Akhirnya Diciduk Polisi
All In Rp23 Miliar, Utang Pajak Rp75 Miliar Anjlok Drastis
PSI Gelar Rakernas di Makassar, Janjikan Kejutan Tokoh Baru