Bantuan logistik untuk korban bencana di Sumatra akhirnya sampai juga. TNI memastikan semua kiriman itu diterima warga, bahkan yang tinggal di pelosok sekalipun. Di Tapanuli Tengah, tepatnya di Kecamatan Sitahuis, perjuangan anggota Yonif 122/Tombak Sakti patut diacungi jempol. Mereka rela berjalan kaki jauh ke Desa Nauli 2 hanya untuk menyalurkan bantuan.
Menurut sejumlah saksi yang melihatnya Minggu lalu, beberapa prajurit itu terlihat memanggul dus-dus cokelat besar. Isinya? Logistik untuk warga. Medan yang mereka lalui bukan jalan aspal mulus, melainkan jalan tanah biasa. Di kiri kanan, pepohonan dan semak belukar tumbuh cukup lebat, menambah beratnya perjalanan.
Yang mengharukan, sejumlah warga desa, tak terkecuali anak-anak, justru mengikuti rombongan TNI dari belakang. Seolah tak ingin ketinggalan momen bersejarah itu.
Namun begitu, upaya penyaluran bantuan tak cuma terjadi di sana. Di Aceh Tamiang, tepatnya untuk masyarakat Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, kiriman lain juga tiba. Kali ini berupa alat salat seperti mukena, sajadah, dan baju koko. Ditambah handuk dan kaus, total beratnya mencapai 150 kilogram.
Masih di wilayah Aceh, bantuan lain yang lebih berat juga dikirim. Lewat Bandara Blangkejeren di Gayo Lues, dikirimkan sembako 300 kg plus beras yang mencapai 1.200 kg. Pengangkutan seluruh logistik ini memanfaatkan pesawat dan helikopter TNI AL, yang diterbangkan sejak Selasa lalu.
Dari serangkaian aksi ini, terlihat jelas upaya pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait. Intinya satu: memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Meski akses jalan sulit dan medan lapangan serba menantang, bantuan itu harus sampai. Titik.
Artikel Terkait
Tukang Kelet Hewan Kurban Meninggal saat Bertugas di Salatiga, Diduga Kena Serangan Jantung
BMKG: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Sulsel pada Siang hingga Malam
Crystal Palace Juarai UEFA Conference League Usai Kalahkan Rayo Vallecano 1-0
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak