"Jadi ada arahan petunjuk dari command centre sesuai dengan kondisi. Mencari jalan yang lebih efektif, kondisi macet seperti apa, itu juga dari sini," tuturnya. "Intinya, ini untuk mempercepat kehadiran kita dan memastikan pemadaman bisa dilakukan secepat mungkin."
Tak cuma mengandalkan perangkat internal, sistem ini juga dirancang untuk terkoneksi dengan CCTV yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Beberapa di antaranya adalah milik pemkab, seperti dari Dinas Perhubungan.
Namun begitu, rencananya tak berhenti di situ. Yudi menyebut pengembangan ke depan akan melibatkan kerja sama dengan pihak swasta.
"Kita akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan, toko-toko, yang bersedia. Kita akan pasang IOT untuk mendeteksi panas," imbuhnya.
"Jadi kalau misalnya ada panas yang lebih dari biasanya di suatu lingkungan, IOT itu akan mendeteksinya dan kita langsung dapat info di aplikasi."
Nantinya, jika sensor panas itu mendeteksi anomali, akan muncul tanda warna merah di pusat komando. Tim di sana lalu bisa segera menelepon sektor damkar terdekat untuk melakukan pengecekan.
"Jadi bisa jadi," ucap Yudi Santosa, "kitalah yang lebih dulu tahu ada potensi kebakaran di suatu tempat, sebelum laporan warga masuk."
Artikel Terkait
Anggaran dan Kualitas Menu Makanan Bergizi Gratis Ramadan Dipertanyakan, BGN Beri Penjelasan
Serangan Udara Myanmar Tewaskan Belasan Warga Sipil di Pasar Rakhine
Program Makan Bergizi di Purworejo Tetap Berjalan Lancar Selama Ramadan
Bamsoet Dorong Bantuan Pangan Siap Saji untuk Percepat Tanggap Darurat Bencana