"Jadi ada arahan petunjuk dari command centre sesuai dengan kondisi. Mencari jalan yang lebih efektif, kondisi macet seperti apa, itu juga dari sini," tuturnya. "Intinya, ini untuk mempercepat kehadiran kita dan memastikan pemadaman bisa dilakukan secepat mungkin."
Tak cuma mengandalkan perangkat internal, sistem ini juga dirancang untuk terkoneksi dengan CCTV yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Beberapa di antaranya adalah milik pemkab, seperti dari Dinas Perhubungan.
Namun begitu, rencananya tak berhenti di situ. Yudi menyebut pengembangan ke depan akan melibatkan kerja sama dengan pihak swasta.
"Kita akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan, toko-toko, yang bersedia. Kita akan pasang IOT untuk mendeteksi panas," imbuhnya.
"Jadi kalau misalnya ada panas yang lebih dari biasanya di suatu lingkungan, IOT itu akan mendeteksinya dan kita langsung dapat info di aplikasi."
Nantinya, jika sensor panas itu mendeteksi anomali, akan muncul tanda warna merah di pusat komando. Tim di sana lalu bisa segera menelepon sektor damkar terdekat untuk melakukan pengecekan.
"Jadi bisa jadi," ucap Yudi Santosa, "kitalah yang lebih dulu tahu ada potensi kebakaran di suatu tempat, sebelum laporan warga masuk."
Artikel Terkait
Suap Pajak Rp75 Miliar, DJP Minta Maaf ke Publik
Dua Maling Motor Tembak Warga di Palmerah Akhirnya Diciduk Polisi
All In Rp23 Miliar, Utang Pajak Rp75 Miliar Anjlok Drastis
PSI Gelar Rakernas di Makassar, Janjikan Kejutan Tokoh Baru