Persoalan sampah di pasar ini sebenarnya bukan hal baru. Tarmidzi bercerita, biasanya sampah diangkut rutin setiap satu atau dua hari sekali. Namun belakangan, penumpukan sampai meluber ke jalan terjadi. Proses pengangkutannya tertunda lama.
"Baru belakangan ini aja sampai numpuk. Biasanya sehari dua hari maksimal udah diangkut. Ini kemarin lama banget nggak diangkut," imbuhnya.
Insiden serupa bahkan sudah terjadi akhir tahun lalu. Saat itu, tumpukan yang baru diangkut bisa kembali menggunung hanya dalam hitungan dua hari.
"Iya waktu itu sempat diangkut, kapan itu ya. Terus dua hari tiga hari penuh lagi numpuk. Saya nggak paham juga aslinya dari mana, bisa cepat gitu nambahnya. Yang borongan buang ke sini ada," katanya.
Dengan nada pesimis, Tarmidzi meramalkan siklus itu akan terulang. "Ini tunggu aja nanti, dua tiga hari lagi paling penuh lagi. Itu kalau belum ada solusi, ini sekarang lagi dijaga, ya semoga aja beneran nggak sampai kayak kemarin," sambungnya.
Jadi, meski sampahnya sudah hilang dari pandangan, persoalan sesungguhnya masih mengendap. Baik di selokan yang tercemar, maupun dalam kebiasaan sejumlah orang yang seenaknya membuang sampah sembarangan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Kemenangan dan Tegaskan Kendali Baru atas Selat Hormuz
Akademisi Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Terkait Dugaan Penghasutan
KPK Periksa Tujuh ASN Pekalongan Terkait Dugaan Intervensi Bupati Nonaktif
KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT, Termasuk Bupati Tulungagung