Malam Minggu di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, tak seperti biasa. Di dalam posko terpadu, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah menteri. Sorotan utama pembicaraan adalah krisis tenaga medis di wilayah yang baru saja dilanda bencana.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengawali dengan menyampaikan kondisi yang cukup pelik. "Kita kekurangan dokter karena dokter di sana jadi korban juga," ujarnya. Situasi itu memaksa dia mencari solusi cepat.
Budi kemudian memandang ke arah Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin. Permintaannya spesifik: bantuan sekitar 300 dokter dari TNI dan Polri untuk dikerahkan selama tiga bulan ke depan. "Saya minta tolong juga Pak Menhan. Kalau boleh, saya butuh sekitar 300 dokter tiga bulan ke depan untuk ngisi sampai mereka jadi. TNI Polri kan lebih gampang mobilisasinya," jelas Budi.
Namun begitu, Presiden Prabowo punya ide lain. Ia langsung menyodorkan pertanyaan yang lebih mendasar. "Sekarang saya tanya, kalau koas boleh nggak diterjunkan? Sudah boleh?" tanya Prabowo.
Menkes Budi menjawab bahwa yang sudah memenuhi syarat untuk turun lapangan saat ini adalah dokter internship atau magang. Tapi ada catatan penting. "(Dokter) yang internship, Pak. Tapi emang harus ada dokter pendamping," tegasnya. Rencananya, jika diizinkan, dia akan meminjam 300 dokter untuk dideploy ke puskesmas-puskesmas selama tiga bulan.
Gagasan itu rupanya langsung disambut. Prabowo ingin segera dieksekusi. "Bisa ya? Dia kan practice udah bisa," ujarnya, merujuk pada kemampuan dokter magang. Presiden lalu meminta agar jumlahnya segera dicek. "Sekarang dicek ya Pak, internship kita sudah berapa yang bisa. 74? Bisa juga kan?"
Tak berhenti di situ, Prabowo juga mengusulkan agar sumber daya dari perguruan tinggi dimanfaatkan. "Ya kalau koasnya, saya kira bisa. Itu perguruan tinggi dikerahkan juga intern-nya, internship," pintanya. Intinya, semua lini tenaga medis yang memungkinkan didayagunakan untuk membantu korban di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Permintaan presiden itu jelas: terjunkan segera dokter magang dan koas ke titik-titik bencana. Langkah ini diharapkan bisa mengisi kekosongan dan memberikan pertolongan lebih cepat kepada mereka yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Rekaman CCTV Ungkap Gerak-Gerik Kepala Desa Buncitan Sebelum Ditemukan Tewas Bunuh Diri
Bapanas Gencarkan Intervensi Pangan Jaga Stabilitas Harga, Tekan Inflasi Pasca-Lebaran
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta, 5 Mei 2026: Subuh Pukul 04.36 WIB, Magrib 17.49 WIB
40 Ormas Islam Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskripol atas Dugaan Framing Ceramah Jusuf Kalla