Bamsoet Soroti Kunci Sukses Swasembada Beras di Era Prabowo

- Jumat, 09 Januari 2026 | 10:45 WIB
Bamsoet Soroti Kunci Sukses Swasembada Beras di Era Prabowo

Bagi Bambang Soesatyo, atau yang akrab disapa Bamsoet, capaian swasembada beras tahun ini bukan sekadar angka. Anggota DPR dari Golkar itu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, ini adalah tonggak sejarah ketahanan pangan kita. "Bukti nyata bahwa keseriusan politik bisa membuahkan hasil konkret, dan dalam waktu yang relatif singkat," ujarnya.

Dengan ini, Indonesia tercatat telah tiga kali meraih status swasembada beras. Pertama kali tentu saja di era Presiden Soeharto, tepatnya tahun 1984. Saat itu, produksi kita menyentuh 27 juta ton, mengalahkan konsumsi nasional yang 25 juta ton. Prestasi itu bahkan diakui dunia melalui penghargaan dari FAO setahun kemudian.

Lalu, setelah jeda panjang 24 tahun, kita kembali swasembada di tahun 2008 di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dan kini, setelah 17 tahun berlalu, giliran era Prabowo Subianto yang mencatatkan namanya.

Pengumuman resminya sendiri disampaikan langsung oleh Presiden di Karawang, Jawa Barat, awal Januari lalu. Produksi beras nasional sepanjang 2025 diproyeksikan mencapai angka fantastis: sekitar 34,7 juta ton. Jauh di atas kebutuhan kita yang berkisar 30-31 juta ton per tahun. Artinya, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lama, Indonesia punya surplus yang cukup signifikan.

Menurut Wakil Ketua Umum Golkar ini, capaian itu istimewa karena diraih di tengah segudang tantangan. Mulai dari alih fungsi lahan yang masif, tekanan perubahan iklim yang mengacaukan pola tanam, hingga gejolak harga pangan global. Semua itu adalah rintangan nyata yang dihadapi sektor pertanian kita.


Halaman:

Komentar