"Panen raya ini merupakan hasil sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Polri. Kami berkomitmen mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan petani, pengamanan distribusi hasil pertanian serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," jelas Hengki.
Dia kemudian membeberkan angka yang lebih luas. Total lahan jagung yang dipanen di wilayah hukum Polda Banten mencapai sekitar 36,9 hektare. Namun begitu, Hengki menekankan bahwa urusan pangan tidak pernah berdiri sendiri.
Ketahanan pangan, ujarnya, tidak cuma ditentukan oleh hasil bumi yang melimpah. Faktor lain seperti stabilitas keamanan dan distribusi yang lancar sama pentingnya. "Kehadiran Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman dan menumbuhkan semangat para petani dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan," imbuhnya.
Jadi, di balik hamparan jagung yang menguning itu, ada upaya kolektif yang lebih besar. Sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan mencoba menjawab tantangan pangan nasional, dimulai dari satu lahan di Serang.
Artikel Terkait
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan
Megawati Sematkan Penghargaan Tertinggi untuk Enam Kader Senior PDIP
Makanan Bergizi Ibu Hamil Disajikan dalam Kantong Plastik, Kader Posyandu Banten Dituding Ceroboh