Begitu kata Trump, seperti dilaporkan AFP. Saat ditanya wartawan apakah intervensi militer ala Venezuela akan diterapkan di Kolombia, jawabannya singkat dan mengerikan: "Kedengarannya bagus bagi saya."
Alasannya? "Karena mereka membunuh banyak orang," klaim Trump tanpa menyertakan bukti apa pun. Pernyataan itu tentu langsung memicu reaksi.
Bantahan Tegas dari Bogotá
Gustavo Petro tak tinggal diam. Dia membantah tuduhan Trump dengan tegas. Argumennya sederhana namun langsung ke inti: namanya tak pernah tercatat dalam dokumen pengadilan mana pun terkait kasus narkoba.
Jadi, dari saling serang melalui pernyataan publik, kini kedua presiden itu memilih jalan dialog. Pertemuan di Gedung Putih nanti akan jadi ujian nyata, apakah percakapan mereka bisa benar-benar mengubah nada hubungan kedua negara, atau hanya sekadar jeda sejenak sebelum ketegangan berikutnya muncul.
Artikel Terkait
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan
Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 1.742 Hektare di Sulawesi Utara