Begitu kata Trump, seperti dilaporkan AFP. Saat ditanya wartawan apakah intervensi militer ala Venezuela akan diterapkan di Kolombia, jawabannya singkat dan mengerikan: "Kedengarannya bagus bagi saya."
Alasannya? "Karena mereka membunuh banyak orang," klaim Trump tanpa menyertakan bukti apa pun. Pernyataan itu tentu langsung memicu reaksi.
Bantahan Tegas dari Bogotá
Gustavo Petro tak tinggal diam. Dia membantah tuduhan Trump dengan tegas. Argumennya sederhana namun langsung ke inti: namanya tak pernah tercatat dalam dokumen pengadilan mana pun terkait kasus narkoba.
Jadi, dari saling serang melalui pernyataan publik, kini kedua presiden itu memilih jalan dialog. Pertemuan di Gedung Putih nanti akan jadi ujian nyata, apakah percakapan mereka bisa benar-benar mengubah nada hubungan kedua negara, atau hanya sekadar jeda sejenak sebelum ketegangan berikutnya muncul.
Artikel Terkait
Menlu RI Siap Perankan Peran Lebih Substantif untuk Perdamaian Palestina
Guru Honorer di Probolinggo Jadi Tersangka Rangkap Jabatan, Rugikan Negara Rp 118 Juta
Polisi Tangkap Pelaku Penjambretan yang Sasar Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi
Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatera Pastikan Bantuan Hunian dan Dapur Umum di Huntara