Pagi ini, IHSG membuka perdagangan dengan optimisme. Indeks Harga Saham Gabungan langsung melonjak 60,728 poin, atau sekitar 0,70 persen, menuju level 8.717,908. Sinyal positif ini sebenarnya sudah terlihat sejak sesi preopening, di mana indeks sudah lebih dulu naik 56,531 poin.
Tak cuma saham, rupiah juga menunjukkan performa yang cukup menggembirakan. Di pasar valas, mata uang kita menguat terhadap dolar AS. Menurut pantauan Bloomberg, kurs rupiah berada di Rp 16.676 per dolar AS sekitar pukul sembilan pagi tadi. Itu artinya, terjadi penguatan sekitar 19,00 poin.
Namun begitu, cerita di kawasan Asia ternyata tidak seragam. Sementara IHSG kita hijau, mayoritas bursa regional justru terlihat kemerahan.
Indeks Nikkei 225 Jepang, misalnya, terkoreksi 0,59 persen. Pasar Hong Kong dan China juga melemah, dengan Hang Seng turun 0,35 persen dan SSE Composite anjlok 0,61 persen.
Tak ketinggalan, Indeks Straits Times Singapura ikut terseret ke zona negatif dengan penurunan tipis 0,32 persen.
Jadi, pagi ini IHSG seperti menjadi pengecualian. Di tengah tekanan yang melanda hampir seluruh pasar saham Asia, indeks kita justru berhasil mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Sebuah awal yang menarik untuk disimak perkembangannya hingga penutupan nanti.
Artikel Terkait
Pemerintah: PHK di Sektor Industri Tak Semata karena Harga Gas
Pemerintah Siapkan Mandatori E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Inflasi Australia Diprediksi Puncak di 4,25% pada Pertengahan Tahun, Lebih Rendah dari Proyeksi Awal
Said Iqbal Minta Pajak Pencairan JHT Dihapus, Terutama bagi Korban PHK