Pelatih Swedia, Graham Potter, menyatakan timnya siap menghadapi Prancis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang akan digelar di New Jersey ini dinilai sebagai kesempatan besar sekaligus tantangan yang dinantikan.
Kepastian duel Swedia kontra Prancis didapat setelah seluruh laga fase grup selesai. Swedia melangkah ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dengan koleksi empat poin. Sebelumnya, mereka bermain imbang 1-1 melawan Jepang di Dallas.
Di sisi lain, Prancis lolos sebagai juara grup dengan catatan sempurna. Les Bleus menyapu bersih tiga pertandingan, ditutup dengan kemenangan 4-1 atas Norwegia.
Antusiasme Graham Potter Jelang Laga di New Jersey
Graham Potter tidak menutupi kegembiraannya bisa memimpin Swedia dalam laga sebesar ini. Dalam wawancara dengan situs resmi Federasi Sepak Bola Swedia, ia menganggap momen ini sebagai panggung spesial.
"Ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa, pertandingan yang selalu diimpikan sejak masih kecil. Bermain di New Jersey melawan Prancis pada babak gugur Piala Dunia adalah pengalaman yang tidak bisa lebih besar dari itu," ujar Potter, Minggu (28 Juni 2026).
Mantan pelatih Chelsea itu menegaskan rasa hormatnya pada kekuatan lawan sekaligus menggarisbawahi antusiasme timnya. "Mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia dan tentu kami sangat menghormati mereka. Namun, kami benar-benar menantikan pertandingan ini," ujar Potter.
Tantangan Menghadapi Ketajaman Lini Depan Les Bleus
Banyak pihak menilai undian ini tidak menguntungkan Swedia. Namun, bagi Potter, bertemu tim sekelas Prancis justru menjadi bahan bakar bagi timnya untuk tampil berani pada fase gugur.
Tim asuhan Didier Deschamps datang ke babak 32 besar dengan performa impresif. Prancis menorehkan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi, didukung ketajaman lini depannya. Sektor penyerangan Prancis diisi oleh nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.
Potter mengakui kualitas individu dan kolektif yang dimiliki lawannya. Ia menyebut inilah tipe partai yang memang harus dihadapi siapa pun yang ingin melangkah jauh di turnamen. "Mereka memiliki pemain kelas dunia di setiap lini. Mereka pernah menjuarai Piala Dunia dan memiliki pelatih yang tahu bagaimana cara memenangkan pertandingan. Ini tentu menjadi tantangan yang sangat besar, tetapi memang seperti inilah yang harus dihadapi pada fase gugur Piala Dunia," tutup Potter.
Artikel Terkait
Fase Grup Piala Dunia 2026 Tuntas, 32 Tim Lolos ke Babak Gugur
George Russell Kembali ke Jalur Kemenangan di GP Austria, Kalahkan Verstappen
Jorge Martin Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026 Usai Bezzecchi Crash di Assen
Messi dan Ronaldo Masih Jadi Pusat Perhatian di Piala Dunia 2026