Kylian Mbappe akhirnya angkat bicara setelah Prancis gagal meraih trofi Piala Dunia 2026. Melalui pesan emosional yang diunggah di media sosial pada Selasa (28/7/2026), sang kapten menyampaikan isi hatinya kepada jutaan pendukung. Ia mengaku kecewa, tetapi tetap bangga atas perjuangan seluruh pemain.
Mbappe, yang baru genap berusia 27 tahun, menegaskan bahwa perjalanannya bersama Les Bleus belum berakhir. Meski berhasil meraih Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak turnamen, ia menilai penghargaan individu itu tak mampu menggantikan kebahagiaan memenangkan Piala Dunia.
"Terima kasih. Sebulan penuh emosi. Mendorong diri kita melampaui batas. Bangga mengenakan warna Prancis. Kita tidak membawa pulang trofi tim. Ini menyakitkan dan akan terasa sakit untuk sementara waktu, aku tidak akan berbohong padamu tentang itu," tulis Mbappe.
Ia menambahkan, "Aku bangga memenangkan Sepatu Emas, tetapi akan jauh lebih baik jika kita juga mendapatkan trofi."
Kapten Les Bleus itu juga merasa bertanggung jawab kepada para suporter yang setia mendukung sepanjang turnamen. Ia mengakui mungkin belum mampu memberikan akhir cerita yang diharapkan, tetapi seluruh pemain telah memberikan kemampuan terbaik.
"Mungkin kita berutang akhir yang lebih baik padamu. Tetapi kita tidak selalu bisa memilih bagaimana cerita berakhir; kita memilih apa yang kita masukkan ke dalamnya, dan kita memberikannya kepada semua orang. Itu adalah sesuatu yang bisa kita lakukan. Saya bangga," ujarnya.
Dalam pesannya, Mbappe memberikan apresiasi besar kepada rekan setim. Ia menilai keberhasilannya mencetak banyak gol tak lepas dari kerja keras dan kontribusi seluruh pemain Prancis.
"Terima kasih kepada rekan-rekan setim saya. Tanpa kerja keras mereka, lari mereka, umpan mereka, tanpa semangat tim yang membawa kami dari pertandingan pertama hingga terakhir, saya tidak akan pernah bisa mencetak begitu banyak gol. Gelar ini milik tim, sama seperti milik saya," katanya.
Mbappe juga mengenang perjalanan panjangnya bersama Timnas Prancis. Ia dulu hanya bermimpi tampil di satu Piala Dunia, kini telah mencatatkan tiga penampilan, termasuk satu gelar juara dan kesempatan menjadi kapten.
"Sebagai seorang anak, saya bermimpi bermain di setidaknya satu Piala Dunia. Saya telah bermain di tiga Piala Dunia, memenangkan satu, dan tahun ini saya bangga bermain sebagai kapten. Saya tidak akan pernah melupakannya," tulisnya.
Tidak lupa, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung Prancis. Menurutnya, perjalanan Les Bleus bukan hanya milik pemain di lapangan, tetapi juga seluruh masyarakat.
"Kalian tidak pernah meninggalkan kami, bahkan di saat-saat tersulit, bahkan ketika kami paling tidak pantas mendapatkan dukungan kalian. Kita menulis kisah ini bersama, dengan jutaan tangan, bukan hanya sebelas pemain di lapangan, semuanya didorong oleh semangat yang sama," ujar Mbappe.
Ia kemudian berbicara mengenai makna sepak bola. Baginya, olahraga ini penuh persaingan, tetapi tetap menjadi permainan yang menyatukan berbagai kalangan.
"Sepak bola, pada dasarnya, tetaplah sebuah permainan. Sebuah permainan yang kami anggap sangat serius, yang kami perjuangkan sepanjang hidup untuk mencoba menguasainya, tetapi tetap saja sebuah permainan, dengan aturan sederhana yang tidak berubah sejak pertama kali kami mulai memainkannya: sebuah bola, sebuah gawang, keinginan untuk mencetak gol. Itulah mengapa permainan ini menyatukan kita semua dengan semangat yang sama," katanya.
Menutup suratnya, Mbappe memastikan kegagalan di Piala Dunia 2026 bukan akhir perjalanan Prancis. Ia percaya masih ada kesempatan lain untuk berjuang dan menciptakan cerita baru bersama para pendukung.
"Piala Dunia ini berakhir, tetapi kisahnya berlanjut. Akan ada pertandingan lain, malam musim panas atau musim dingin lainnya ketika kita semua akan berkumpul di depan permainan yang sama ini, dengan semangat yang sama yang masih membara. Kita tidak berhenti bermain bersama. Terima kasih untuk semuanya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Zinedine Zidane Resmi Gantikan Deschamps sebagai Pelatih Timnas Prancis
Gelombang Panas Landa Eropa, Ribuan Orang Dievakuasi dari Kebakaran Hutan
Lisandro Martinez Bela Sikap Argentina di Final Piala Dunia 2026: Tidak Ada Dasar untuk Kebencian
Surat Pribadi Infantino ke Argentina Picu Kontroversi Keberpihakan FIFA