Posisi Tidur yang Salah Bisa Pengaruhi Postur Tubuh, Dokter Ingatkan Bahaya Jangka Panjang

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:15 WIB
Posisi Tidur yang Salah Bisa Pengaruhi Postur Tubuh, Dokter Ingatkan Bahaya Jangka Panjang

Kebiasaan tidur yang kerap dianggap sepele ternyata menyimpan dampak besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Posisi tidur yang keliru dan dilakukan terus-menerus berpotensi mengubah postur tubuh serta memicu gangguan pada tulang belakang.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, menegaskan bahwa efek buruk posisi tidur tidak langsung terasa setelah satu atau dua malam, melainkan terakumulasi selama bertahun-tahun. Hal ini disampaikannya dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (13/8/2026).

"Sebenarnya ini yang menjawab harusnya dokter spesialis ortopedi sub-spine. Tapi jawabannya itu adalah fakta. Jadi jawabannya adalah memang betul, posisi tidur selama bertahun-tahun itu akan mempengaruhi postur," ujar dr Tirta.

Salah satu kebiasaan yang disorot adalah penggunaan bantal yang terlalu keras dan tinggi. Kondisi ini membuat leher berada pada posisi yang kurang ideal saat tidur, sehingga berisiko mengganggu postur tubuh.

"Contoh orang yang biasanya tidurnya pakai bantal keras tinggi, jadi dia nanti kalau jalan gini nih (bungkuk). Paling nanti usia 40 nyeri servikal, 57, matinya ya paling lumpuh, stroke, jepit," ucapnya.

Selain bantal, pemilihan kasur juga menjadi faktor penting. dr Tirta menjelaskan bahwa perbedaan harga kasur di pasaran salah satunya ditentukan oleh teknologi penopang tulang belakang atau spine support yang digunakan.

"Itu alasan kenapa ada kasur harganya 160 juta dan ada kasur harganya cuma 160 ribu. Pembedanya adalah kasur-kasur yang harganya ratusan juta tersebut, itu memiliki spine support dan memory. Karena tubuh manusia itu berbeda-beda," katanya.

Menurut dr Tirta, kebutuhan setiap orang terhadap kasur tidak selalu sama. Anatomi tubuh menjadi pertimbangan utama agar permukaan kasur dapat memberikan dukungan yang sesuai saat tidur.

"Contoh, saya genetiknya tuh gede di otot sini, rhomboid sama latissimus dorsi atau sayap. Sehingga ketika saya tidur miring, sakit ini bahunya. Sehingga saya membutuhkan kasur yang dia kalau tidur, ininya harus bahunya harus tenggelam. Kalau enggak, sini akan sakit, tension sampai sini," ujarnya.

Pemilihan tempat tidur menjadi semakin krusial bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan tulang belakang, seperti skoliosis dan HNP atau saraf terjepit. Kondisi tersebut menuntut perhatian ekstra terhadap posisi tubuh saat beristirahat.

"Yang kedua, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit skoliosis, itu juga tidurnya harus khusus. Bagi orang yang memiliki HNP atau saraf terjepit di bagian lumbal 4 atau 5, dia harus memiliki tempat tidur yang ada lumbar support-nya," ucap dr Tirta.

Kebiasaan tidur dengan posisi yang kurang tepat sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus, terutama jika sudah menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan. Pemilihan bantal dan kasur perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan tubuh. Jika keluhan menetap, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags