TNI Siapkan 20.000 Prajurit untuk Misi Kemanusiaan di Gaza
Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menyiapkan sebanyak 20.000 personel prajurit untuk ditugaskan dalam misi kemanusiaan dan perdamaian di Gaza, Palestina. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Penyiapan pasukan perdamaian dalam jumlah besar ini dilakukan berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pasukan yang disiapkan akan memiliki spesialisasi di bidang kesehatan dan konstruksi.
"Kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi," jelas Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Misi utama pasukan TNI nantinya adalah memberikan layanan medis kepada warga sipil korban perang serta membangun dan memulihkan infrastruktur yang rusak di Gaza. Kehadiran pasukan Indonesia diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif bagi proses perdamaian yang lebih permanen.
Selain mengirimkan personel, TNI Angkatan Udara juga akan melanjutkan bantuan logistik secara rutin menggunakan metode airdrop ke wilayah Gaza, seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
Mengenai waktu penugasan, Sjafrie menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai waktu pemberangkatan pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Pertahanan dan TNI terus mempersiapkan segala kebutuhan operasi untuk memastikan kesiapan penuh ketika waktunya tiba.
Artikel Terkait
Alwi Farhan Tembus 16 Besar Singapore Open 2026 Usai Tekuk Wakil Prancis
Salurkan 88 Ekor Sapi Kurban, Anggota DPR Kawendra Lukistian Wujudkan Arahan Presiden Prabowo di Jember dan Lumajang
Pemerintah Respons Anjloknya Harga TBS Sawit, Buka Masa Transisi Kebijakan Ekspor Satu Pintu hingga Agustus 2026
KPK Periksa Enam Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim yang Seret Wakil Ketua DPRD