Buaya Lisa Berkeliaran di Belakang SMA 5 Depok, Sekolah Minta Evakuasi

- Kamis, 22 Januari 2026 | 14:35 WIB
Buaya Lisa Berkeliaran di Belakang SMA 5 Depok, Sekolah Minta Evakuasi

Di belakang SMA 5 Depok, Bojongsari, ada penghuni tak biasa yang bikin was-was. Seekor buaya, yang oleh warga sekitar disebut 'Lisa', kerap muncul di sekitar bantaran sungai. Ukurannya sekarang sudah mencapai sekitar satu setengah meter. Gara-gara itu, pihak sekolah minta agar buaya itu segera dievakuasi. Kekhawatiran utamanya jelas: keselamatan ratusan siswa yang beraktivitas di sana.

Juru bicara sekolah, Yasin, mengaku khawatir bukan main. Menurutnya, aktivitas siswa di luar gerbang sekolah seperti senam, jalan pagi, atau kerja bakti bisa jadi berisiko.

"Tolong ditindaklanjuti. Kami khawatir karena kadang ada aktivitas di luar sekolah, di dekat gerbang. Sedang senam, jalan pagi, atau bersih-bersih. Kami takut buayanya ada di pinggiran kali dan anak-anak tidak tahu," ujar Yasin kepada wartawan, Kamis lalu.

"Ini yang kami khawatirkan. Kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, pasti akan membahayakan, bahkan merenggut nyawa. Nauzubillah. Makanya, kekhawatiran kami ini harus segera ditanggapi pihak terkait. Buayanya harus ditangani," lanjutnya dengan nada tegas.

Menurut cerita Yasin, buaya itu pertama kali terlihat sekitar lima bulan silam. Waktu itu ukurannya masih kecil, kira-kira cuma 25 sampai 30 sentimeter. Tapi pertumbuhannya terbilang pesat. Kini, panjangnya sudah mendekati 1,5 meter. Pertambahan ukuran itulah yang makin menambah kecemasan warga sekolah.

"Awalnya, dari laporan warga, ukurannya mungkin cuma segitu, 25-30 cm. Tapi dia bertumbuh dengan sehat sejak beberapa bulan lalu. Sekarang panjangnya sudah hampir satu setengah meter, kalau dilihat dari bentuknya," jelas Yasin.

Asal-usul buaya itu sendiri masih jadi misteri. Yang jelas, 'Lisa' paling sering muncul di siang hari, antara jam 12 sampai 1 siang. Dia biasanya hanya berjemur lama di tepi sungai, lalu menghilang begitu saja entah ke mana.

"Umumnya muncul siang hari. Cuma berjemur, sih, tidak terlihat melakukan aktivitas berbahaya. Lalu tiba-tiba hilang, kembali ke 'kandang'-nya atau mungkin cari makan di tempat lain," ucapnya.

Menyikapi hal ini, pihak sekolah sudah melaporkan kejadian tersebut ke instansi berwenang sebagai langkah antisipasi. Yasin berharap Pemkot Depok bisa segera turun tangan.

"Harapan kami ya begitu. Pihak kota, khususnya Depok, perlu melihat kondisi sekolah kami. Selain masalah banjir yang rutin kami hadapi saat hujan, sekarang ada lagi kekhawatiran buaya memasuki kawasan sekolah. Ini harus segera diatasi," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar