Beberapa capaian sudah dilaporkan. Di sektor pendidikan, Kemendikdasmen telah membersihkan 2.756 sekolah terdampak. Pembelajaran sudah kembali berjalan di 2.468 sekolah. Mereka juga mendirikan 18 tenda belajar, dengan rencana tambahan 80 tenda lagi. Tak ketinggalan, 15.500 paket school kit disalurkan. Guru-guru yang terdampak pun mendapat tunjangan khusus senilai Rp 15,7 miliar, ditransfer langsung ke rekening masing-masing.
Sementara di bidang kesehatan, Kemenkes telah menurunkan sekitar 3.300 tenaga medis. Seluruh fasilitas layanan kesehatan sudah diaktifkan kembali, meski masih ada tiga puskesmas yang harus direlokasi.
Rapat itu sendiri menekankan percepatan rehab-rekon infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak. Agar semuanya berjalan terarah.
Dari pertemuan itu, Ketua Posko Pemulihan Bencana DPR RI, TA Khalid, bersama Safrizal selaku Koordinator Lintas Sektor, menyepakati sejumlah fokus prioritas. Poin utamanya meliputi percepatan pembangunan dan perbaikan jembatan, pemulihan akses jalan penghubung desa, pengaktifan fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta pembangunan huntara dan huntap.
Selain itu, mereka juga menyoroti normalisasi sungai, rehabilitasi tanggul dan bendungan, plus pemulihan akses jalan nasional.
Di sisi lain, Kementerian PUPR menyatakan penanganan telah dipercepat di seluruh kabupaten/kota terdampak. Pekerjaan akan terus dilakukan secara simultan berdasarkan skala prioritas. Mereka juga akan memantau teknis jembatan Bailey agar bisa berfungsi optimal.
Artikel Terkait
Angkot Ugal-ugalan Tabrak Ojol di Bogor, Sopir Kabur Usai Serempet Korban
Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.182 Jiwa, Ratusan Ribu Masih Mengungsi
Rutan Serang Gelar Tes Urine, Semua Tahanan dan Petugas Dinyatakan Negatif
Tangsel Perpanjang Darurat Sampah, Camat hingga RW Dikerahkan