jelasnya.
Tapi sorotan utama ada pada anak muda. Dari data yang dirinci per generasi, Gen Z (di bawah 27 tahun) tampil sebagai kelompok paling vokal menentang. Sebanyak 84% dari mereka menolak! Bandingkan dengan generasi X, misalnya, yang 'hanya' 60% menolak. Selisihnya cukup signifikan.
"Terlihat memang bahwa Gen Z memang paling keras menolak pilkada DPRD,"
tandas Adrian.
Rincian angka-angkanya begini: di kalangan Milenial, penolakan mencapai 71,4%. Sementara Baby Boomer mencatat 63% tidak setuju. Di sisi lain, kelompok yang cukup setuju atau sangat setuju dengan wacana pilkada DPRD paling banyak ditemui di Generasi X, yakni 37,5%.
Data ini jelas memberi gambaran. Di tengah hiruk-pikuk pembicaraan soal format pilkada, suara publik, terutama generasi muda, terdengar lantang menolak perubahan ke sistem tidak langsung. Sepertinya, untuk isu satu ini, suara dari jalanan lebih berpihak pada pemilihan langsung seperti sekarang.
Artikel Terkait
Coretax DJP: Batas Aktivasi Akun Ternyata Tak Seseksat Isu yang Beredar
Jokowi Beri Maaf, Usul Pencabutan Status Tersangka ke Polda
Gunungan Sampah Pasar Kramat Jati Kembali Bikin Warga Sesak
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji